Desain batik adalah kerangka gambar yang mewujudkan batik secara keseluruhan. Motif batik terkadang disebut pula sebagai corak batik atau pola batik. Gambaran utuh pada selembar kain batik sebenarnya merupakan pengulangan gambar atau motif dengan pola tertentu. Dengan demikian, pola batik adalah susunan ornamen dan ragam hias untuk membentuk motif batik secara keseluruhan. Dalam sebuah motif batik tradisional biasanya terdiri dari unsur ornamen sebagai motif utama ornamen pengisi dan isen-isen.
Salah satu hal yang menjadi kunci sebuah karya seni batik adalah desain batik, selain warna yang ada pada batik, ketika kita melihat sebuah batik pandangan kita tidak akan terlepas dari hasil goresan malam yang membentuk sebuah desain batik, maka tak heran jika skill membuat sebuah desain batik harus selalu dimiliki oleh siswa-siswi Rumah Batik TBiG. Pada kurikulum yang dikembangkan oleh Rumah Batik TBiG para peserta pelatihan dibekali pengetahuan dan ketrampilan cara membuat desain batik baik secara manual maupun secara digital.
Proses pembuatan desain batik secara manual tentu hanya mengandalkan tangan serta peralatan seperti kertas, pensil dan spidol, sedangkan desain batik digital siswa-siswi diberi ketrampilan memanfaatkan sebuah aplikasi di smartphone untuk membuat sebuah desain batik, adanya teknologi touchscreen sangat memudahkan kita yang ingin memanfaatkan aplikasi ini untuk membuat desain batik, aplikasi tersebut bernama “autodesk sketchbook” pada aplikasi ini selain bisa dalam bentuk sketsa juga bisa secara langsung diberi warna, ini sangat memudahkan sekali ketika ada sebuah batik pesanan dari customer yang kalo kita buat secara manual desain yang dibuat tidak akan diberi warna, akan tetapi dengan digitalisasi batik ini konsumen akan melihat secara langsung ilustrasi batik yang dia pesan baik dari segi desain maupun dari segi warna yang dihasilkan.
Kemudian dengan digitalisasi batik ini kita akan lebih mudah dalam membuat rencana produksi sebuah batik, dari desain yang telah dibuat kita bisa secara mudah menentukan langkah-langkah kerja, menentukan jenis zat warna yang digunakan serta menentukan penggunaan resep zat warna. Kemudian ketika kita mengalami kendala dalam produksi kita akan secara mudah mengevaluasi letak kesalahan produksi dimana dan langkah apa saja yang harus diambil supaya menghasilkan karya batik yang sesuai dengan rencana produksi.
Kurikulum pembelajaran yang dikembangkan oleh Rumah Batik TBiG selalu merespon perkembangan dunia agar batik tidak serta merta ditinggalkan oleh para generasi muda, maka dari itu digitalisasi dianggap perlu diterapkan pada proses pelatihan selain memang kebutuhan zaman sekarang yang menuntut semuanya serba digital juga untuk memudahkan siswa-siswi dalam berkarya menghasilkan sebuah karya batik.