Beranda

Rumah Batik TBIG

Keseruan Literasi Budaya: 154 Siswa MI NU Kesesi Belajar Membatik di Rumah Batik TBIG

28 January 2026 Admin
Keseruan Literasi Budaya: 154 Siswa MI NU Kesesi Belajar Membatik di Rumah Batik TBIG

Suasana Rumah Batik TBIG mendadak riuh dan penuh semangat pada kunjungan edukasi kali ini. Sebanyak 154 siswa dari MI NU Kesesi hadir untuk menyelami kekayaan budaya lokal melalui pengalaman langsung menjadi pembatik cilik.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah petualangan edukasi yang komprehensif. Para siswa diajak untuk mengenal sisi "hijau" dari industri kreatif melalui beberapa tahapan penting:

  1. Edukasi & Pengalaman Belajar

Anak-anak diperkenalkan pada berbagai tumbuhan yang dapat menghasilkan warna-warna cantik pada kain. Mereka belajar bahwa alam menyediakan segalanya jika kita mampu mengelolanya dengan bijak.

  1. Kepedulian Lingkungan: Tidak hanya belajar membuat, mereka juga diberi pemahaman tentang Pengolahan Limbah batik. Ini penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.
  2. Bedah Proses Batik: Dari selembar kain putih hingga menjadi mahakarya, para siswa menyimak dengan saksama setiap tahapan proses pembuatan batik yang penuh ketelitian.

Praktek Langsung: Menjadi Pengrajin Cilik

Puncak keseruan terjadi saat para siswa praktek langsung. Di atas bentangan kain berukuran 30x30 cm, kreativitas mereka tumpah ruah ketiak menggunakan canting dan alat cap, siswa merasakan sensasi menorehkan lilin panas di atas kain. Setelah motif terbentuk, mereka memberikan sentuhan warna agar karya mereka tampak hidup

.

"Sangat menyenangkan bisa membuat batik sendiri. Rasanya bangga saat melihat warna muncul di kain yang kita buat," ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah. 

Sebagai kenang-kenangan yang berkesan, seluruh hasil karya tersebut dapat dibawa pulang oleh masing-masing siswa. Kain 30x30 cm itu kini bukan sekadar kain, melainkan bukti nyata cinta mereka terhadap warisan leluhur yang akan selalu mereka ingat.