Beranda

Rumah Batik TBIG

Menyemai Akar Budaya: 260 Mahasiswa PGMI & PGPAUD UIN Gus Dur Pekalongan Membatik di Rumah Batik TBI

09 February 2026 Admin
Menyemai Akar Budaya: 260 Mahasiswa PGMI & PGPAUD UIN Gus Dur Pekalongan Membatik di Rumah Batik TBI

Langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya ditunjukkan oleh mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Sebanyak 260 mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) memadati Rumah Batik TBIG untuk melaksanakan praktek pembuatan karya batik secara komprehensif.

Sebagai calon pendidik, kegiatan ini bukan sekadar tugas mata kuliah, melainkan pembekalan soft skill dan penguatan identitas lokal yang nantinya akan mereka ajarkan kembali kepada anak didik di masa depan.

Berbeda dengan kunjungan pada umumnya, para mahasiswa ini ditantang untuk menuangkan idealisme dan kreativitas mereka sendiri. Proses dimulai dari:

 

Mahasiswa sedang mendesain motif batik

1. Eksplorasi Motif: Mahasiswa mendesain motif batik yang merepresentasikan kreativitas pribadi. Ada yang mengangkat unsur alam, geometri, hingga simbol-simbol filosofis.

 

Mahasiswa sedang melakukan proses canting

2. Proses Mencanting: Dengan penuh ketelitian, para mahasiswa menggoreskan malam (lilin panas) di atas desain yang telah mereka buat. Ketekunan diuji saat mereka harus memastikan setiap garis tertutup sempurna agar warna tidak tercampur.

 

3. Pewarnaan: Setelah proses membatik selesai, tahap berikutnya adalah pemberian warna. Di sini, para mahasiswa belajar teknik pencampuran warna untuk menghasilkan gradasi dan kontras yang estetis. Proses ini memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas produksi batik, mulai dari persiapan kain hingga menjadi karya seni yang siap dipamerkan.

Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa PGMI dan PGPAUD mengenai metode pembelajaran kontekstual. Dengan merasakan langsung sulitnya mencanting dan serunya mewarnai, mereka kelak dapat merancang materi pembelajaran seni budaya yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa-siswi mereka.